Kalau kamu pernah minum segelas cokelat hangat yang rasanya kaya, sedikit nutty, dan entah kenapa bikin tenang—kemungkinan besar ada hazelnut di dalamnya. Paduan cokelat dan hazelnut bukan hal baru. Tapi belakangan, kombinasi ini makin sering muncul di menu kafe, minuman kemasan, sampai racikan kopi kekinian yang foto-fotonya memenuhi feed media sosial.
Pertanyaannya, kenapa perpaduan ini begitu populer? Apa yang bikin rasa chocolate hazelnut beda dari sekadar cokelat biasa? Dan kalau kamu mau eksplorasi lebih jauh, minuman apa saja yang bisa kamu coba atau buat sendiri di rumah?
Artikel ini akan menjawab semua itu. Santai saja, tidak ada istilah-istilah rumit di sini.
Kenapa Cokelat dan Hazelnut Cocok Banget?

Ini bukan soal kebetulan. Cokelat punya rasa pahit yang dalam, sedikit asam, dan tekstur yang berat di lidah. Hazelnut, di sisi lain, membawa rasa manis alami yang lembut, sedikit earthy, dan ada sentuhan gurih yang halus.
Ketika keduanya digabungkan, mereka saling melengkapi. Pahitnya cokelat jadi lebih lunak karena kemanisan hazelnut. Hazelnut yang gurih juga membuat rasa cokelat terasa lebih bulat dan penuh. Hasilnya? Sesuatu yang terasa mewah tapi tetap familiar.
Secara ilmiah, keduanya juga berbagi beberapa senyawa aroma yang sama—terutama yang muncul saat keduanya dipanggang atau dipanaskan. Itulah kenapa minuman berbasis cokelat hazelnut sering tercium begitu menggugah selera, bahkan sebelum kamu meminumnya.
Sejarah Singkat yang Perlu Kamu Tahu

Kombinasi cokelat dan hazelnut punya akar yang cukup panjang. Di Italia, kekurangan biji kakao pada abad ke-19 mendorong para pembuat cokelat—terutama di daerah Piedmont—untuk mencampurkan pasta hazelnut ke dalam produk mereka. Hasilnya justru disukai banyak orang, dan tradisi itu terus berlanjut sampai sekarang.
Merek paling terkenal yang menggunakan formula ini tentu saja Nutella, yang awalnya dibuat oleh Pietro Ferrero pada tahun 1946. Tapi jauh sebelum Nutella ada di supermarket, cokelat hazelnut sudah jadi bagian dari budaya kuliner Italia dengan nama gianduja.
Dari sanalah pengaruh ini menyebar ke dunia minuman. Barista di seluruh dunia mulai bereksperimen dengan pasta hazelnut, sirup hazelnut, dan bubuk kakao untuk menciptakan minuman yang lebih kompleks dan berkarakter.
Minuman Cokelat Hazelnut yang Paling Populer
1. Hot Chocolate Hazelnut
Ini versi paling klasik. Biasanya dibuat dengan mencampurkan bubuk cokelat atau dark chocolate yang dilelehkan dengan susu panas, lalu ditambahkan sirup atau pasta hazelnut. Hasilnya adalah minuman hangat yang kental, manis, dan menenangkan.
Banyak kafe sekarang menawarkan versi premium dari minuman ini, menggunakan cokelat pekat dengan persentase kakao tinggi dan hazelnut roasted yang digiling sendiri. Rasanya jauh lebih dalam dibanding hot chocolate biasa.
Kalau mau buat sendiri di rumah, kamu cukup butuh tiga bahan utama: susu (bisa susu sapi atau susu nabati), dark chocolate atau cokelat bubuk tanpa gula, dan pasta hazelnut atau sirup hazelnut. Panaskan susu, lelehkan cokelat di dalamnya, lalu tambahkan hazelnut secukupnya. Aduk sampai rata. Sesederhana itu.
2. Hazelnut Mocha
Kalau kamu suka kopi, hazelnut mocha adalah pilihan yang sangat layak dicoba. Minuman ini menggabungkan espresso, cokelat (biasanya dalam bentuk saus atau sirup), dan sirup hazelnut, lalu disajikan dengan susu panas atau es.
Kombinasi tiga rasa ini—pahit kopi, manis cokelat, dan nutty dari hazelnut—menciptakan lapisan rasa yang kompleks tapi tidak membingungkan. Banyak orang yang awalnya tidak terlalu suka kopi justru terbantu masuk ke dunia espresso lewat minuman seperti ini, karena rasa kopinya terasa lebih lembut dan bersahabat.
Di kafe-kafe spesialti, hazelnut mocha sering dianggap sebagai gateway drink—minuman yang memperkenalkan orang pada kopi berkualitas tanpa rasa yang terlalu intens.
3. Hazelnut Latte
Hazelnut latte adalah versi yang lebih ringan dibanding mocha. Tidak ada tambahan cokelat di sini—hanya espresso, susu, dan sirup hazelnut. Tapi justru karena itulah rasa hazelnutnya lebih menonjol.
Minuman ini sangat populer di musim dingin di berbagai negara, dan juga jadi salah satu menu favorit di kafe-kafe besar seperti Starbucks. Versi iced hazelnut latte juga banyak diminati, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia.
Yang menarik, hazelnut latte memberi ruang yang lebih besar untuk eksplorasi. Kamu bisa pakai oat milk untuk rasa yang lebih creamy, atau almond milk untuk profil rasa yang lebih kompleks. Setiap pilihan susu akan menghasilkan karakter yang sedikit berbeda.
4. Smoothie dan Minuman Dingin Berbasis Cokelat Hazelnut
Tren minuman dingin juga tidak melewatkan kombinasi ini. Smoothie cokelat hazelnut biasanya dibuat dengan campuran pisang beku, cokelat bubuk, pasta hazelnut, dan susu—menghasilkan tekstur yang kental dan rasa yang sangat memuaskan.
Ada juga varian minuman cokelat hazelnut yang dibuat dengan es krim atau frozen yogurt sebagai bahan dasarnya. Versi ini lebih kaya dan cenderung dijual sebagai minuman dessert, bukan minuman sehari-hari.
Untuk yang lebih health-conscious, beberapa kafe menawarkan cokelat hazelnut smoothie dengan bahan-bahan yang lebih ringan: susu rendah lemak, cokelat hitam dengan kandungan kakao tinggi, dan hazelnut alami tanpa tambahan gula. Tetap enak, tapi tidak terlalu berat.
Minuman Cokelat Hazelnut Berbasis Tanaman (Plant-Based)
Seiring meningkatnya minat terhadap gaya hidup nabati, minuman cokelat hazelnut berbasis tanaman juga makin mudah ditemukan. Versi ini biasanya menggunakan susu oat, susu almond, atau susu hazelnut itu sendiri sebagai pengganti susu sapi.
Susu hazelnut adalah pilihan yang menarik karena secara alami membawa aroma dan rasa hazelnut yang ringan, sehingga kamu tidak perlu banyak penambahan sirup. Coklat yang digunakan biasanya dark chocolate vegan-friendly dengan kandungan kakao minimal 70%.
Buat yang mencoba menghindari produk susu, ini adalah jalan yang sangat layak untuk tetap menikmati rasa cokelat hazelnut tanpa kompromi besar di soal rasa.
Tips Memilih Bahan yang Bagus

Rasa akhir minumanmu sangat bergantung pada kualitas bahan yang dipakai. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Cokelat: Pilih cokelat dengan kandungan kakao minimal 60-70% untuk rasa yang lebih dalam dan tidak terlalu manis. Cokelat murah biasanya mengandung banyak gula dan sedikit kakao, sehingga rasanya datar dan tidak kompleks.
- Hazelnut: Kalau bisa, gunakan hazelnut yang sudah dipanggang (roasted). Proses pemanggangan mengeluarkan minyak alami hazelnut dan memperkuat aromanya. Pasta hazelnut buatan sendiri atau yang tidak terlalu banyak tambahan gula biasanya menghasilkan rasa yang lebih otentik.
- Sirup hazelnut: Banyak kafe menggunakan sirup hazelnut dari merek seperti Monin atau Torani. Keduanya punya versi sugar-free yang cocok untuk kamu yang memperhatikan asupan gula.
- Susu: Susu full cream memberikan tekstur paling creamy. Tapi kalau kamu lebih suka yang lebih ringan, oat milk adalah alternatif yang sangat populer dan punya rasa yang cukup netral sehingga tidak mengganggu rasa cokelat hazelnut.
Cara Membuat Hazelnut Mocha Sendiri di Rumah

Kamu tidak perlu mesin espresso canggih untuk membuat minuman yang enak. Berikut cara sederhana membuat hazelnut mocha di rumah:
Bahan-bahan (untuk 1 gelas):
- 1-2 shot espresso (atau 60-80 ml kopi pekat dari moka pot)
- 200 ml susu pilihan kamu
- 1 sdm cokelat bubuk atau saus cokelat
- 1-2 sdm sirup hazelnut
- Es batu (kalau mau versi dingin)
Cara membuat:
- Seduh espresso atau kopi pekat terlebih dahulu.
- Campurkan cokelat bubuk dengan sedikit air panas dan aduk sampai larut.
- Tambahkan sirup hazelnut ke dalam larutan cokelat.
- Tuang kopi ke dalam campuran tadi dan aduk rata.
- Panaskan susu (atau biarkan dingin kalau mau iced version), lalu tuang ke dalam gelas.
- Tambahkan es batu kalau perlu, aduk, dan nikmati.
Tidak butuh waktu lebih dari 5 menit. Dan hasilnya? Cukup memuaskan untuk jadi bagian dari rutinitas pagi atau sore hari kamu.
Apakah Minuman Cokelat Hazelnut Sehat?

Pertanyaan yang wajar. Jawabannya tergantung pada bagaimana kamu menyiapkannya.
Cokelat hitam—terutama yang tinggi kandungan kakao—mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh. Hazelnut kaya akan lemak sehat, vitamin E, dan magnesium. Jadi bahan-bahan dasarnya sebenarnya punya nilai gizi yang cukup baik.
Masalahnya sering datang dari tambahan gula, sirup manis, dan susu full cream dalam jumlah banyak. Minuman cokelat hazelnut yang dijual di kafe bisa mengandung gula yang cukup tinggi, tergantung resepnya.
Kalau kamu ingin versi yang lebih sehat, coba kurangi sirup, gunakan dark chocolate dengan kandungan kakao tinggi, dan pilih susu yang lebih rendah lemak atau susu nabati. Hasilnya tetap enak, hanya sedikit berbeda.
Cokelat Hazelnut di Dunia Minuman: Masih Relevan?

Jawabannya iya, dan kemungkinan besar akan terus relevan. Tren minuman memang datang dan pergi, tapi cokelat hazelnut punya sesuatu yang membuatnya bertahan: ia terasa familiar, tapi tidak membosankan.
Banyak kafe spesialti sekarang mulai mengeksplorasi versi yang lebih artisan dari minuman ini—menggunakan cokelat single origin, hazelnut dari petani lokal, atau teknik pembuatan yang lebih teliti. Ini membuat cokelat hazelnut bukan sekadar rasa yang nostalgik, tapi juga pilihan yang bisa dinikmati oleh pecinta kopi dan cokelat yang serius.
Baca Juga: Cokelat Karamel: Paduan Rasa Sempurna untuk Minuman Favorit Anda
Saatnya Mulai Eksperimen
Cokelat hazelnut bukan tren sesaat. Ia sudah ada selama ratusan tahun, terus berkembang, dan selalu menemukan cara untuk tetap relevan—termasuk di dunia minuman.
Kalau kamu belum pernah mencoba membuat sendiri di rumah, sekarang adalah saat yang tepat. Mulai dari yang sederhana: hot chocolate hazelnut atau hazelnut latte. Eksplorasi bahan-bahannya, coba variasi yang berbeda, dan temukan versi yang paling kamu suka.
Tidak ada formula yang sempurna di sini. Yang ada adalah proses menemukan rasa yang benar-benar cocok untukmu.








