Banyak orang berpikir bisnis minuman kekinian umurnya pendek. Ada tren baru muncul, tren lama langsung ditinggalkan. Tapi kalau kita perhatikan lagi, ada satu minuman yang posisinya selalu stabil dari tahun ke tahun. Betul, Thai tea. Minuman perpaduan teh hitam khas Thailand dan susu kental manis ini seolah sudah jadi minuman pokok bagi banyak orang.
Bagi kamu yang sedang cari ide bisnis dengan modal tidak terlalu besar, buka kedai Thai tea adalah salah satu opsi paling masuk akal. Risiko kerugiannya relatif kecil karena bahan bakunya awet dan cara membuatnya sangat mudah dipelajari. Kamu tidak perlu punya keahlian khusus seperti barista kopi profesional untuk bisa meracik segelas Thai tea yang enak.
Mungkin kamu bertanya apakah pasar untuk minuman ini masih ada. Jawabannya tentu saja masih. Dari anak sekolah, mahasiswa, sampai pekerja kantoran masih suka jajan minuman manis yang menyegarkan ini. Melalui artikel ini, kita akan bahas tuntas segala hal yang perlu kamu siapkan untuk memulai bisnis ini. Mulai dari alasan kenapa minuman ini tetap eksis, pilihan konsep kedai, daftar menu wajib, sampai hitungan modal awal yang kamu butuhkan.
Kenapa Thai Tea Masih Laris

Rasanya hampir di setiap sudut jalan atau pusat perbelanjaan kita bisa menemukan penjual Thai tea. Anehnya, pembelinya selalu ada. Alasan pertama kenapa minuman ini tetap laris adalah rasanya yang gampang diterima lidah orang Indonesia. Teh dan susu adalah kombinasi klasik yang sudah akrab dengan selera lokal kita. Bedanya, versi Thailand ini punya aroma rempah tipis yang bikin rasanya unik dan bikin ketagihan.
Selain rasa, faktor harga juga sangat menentukan. Rata-rata segelas Thai tea dijual dengan harga belasan ribu rupiah saja. Harga yang ramah di kantong ini bikin orang tidak mikir dua kali saat mau beli. Minuman ini jadi pilihan pas buat ngadem di siang hari yang panas tanpa harus menguras dompet.
Proses penyajiannya yang cepat juga jadi nilai tambah. Pembeli tidak perlu menunggu lama sampai minumannya siap. Buat orang-orang yang sedang buru-buru atau cuma punya waktu istirahat sebentar, ini jelas sebuah keuntungan buat mereka dan juga buat kelancaran bisnismu.
Baca Juga: Ide Minuman untuk Market Day: Resep Simpel untuk Jualan Laris
Konsep Kedai Kekinian

Untuk menarik perhatian pembeli, kamu perlu memikirkan konsep kedai yang pas. Dulu mungkin orang cukup jualan pakai meja biasa, tapi sekarang tampilan visual itu penting banget. Kamu bisa menyesuaikan konsep ini dengan budget yang ada.
Bentuk booth portable adalah pilihan paling aman buat pemula. Kamu bisa bongkar pasang booth ini dan pindah-pindah lokasi kalau ternyata tempat pertama kurang strategis. Cari desain booth yang warnanya cerah, biasanya oranye atau kuning sesuai dengan warna khas teh Thailand.
Kalau punya modal sedikit lebih besar, konsep kedai kontainer mini bisa dicoba. Bentuknya lebih kokoh dan terlihat lebih meyakinkan di mata pelanggan. Tambahkan lampu neon box yang terang supaya kedai kamu tetap terlihat menonjol meski hari sudah gelap.
Buat kamu yang punya lokasi sendiri seperti garasi atau halaman depan rumah, konsep mini cafe juga oke. Cukup sediakan dua atau tiga kursi kecil dan meja supaya pembeli bisa duduk sebentar sambil menunggu pesanan dibuat atau sekadar ngobrol santai bareng teman.
Menu Wajib Ada

Meski namanya kedai Thai tea, kamu tetap harus punya variasi menu supaya pelanggan tidak bosan. Varian pertama yang wajib banget ada tentu saja Original Thai Tea. Ini menu jagoan kamu yang rasanya harus benar-benar konsisten enaknya. Tehnya harus pekat, susunya pas, dan es batunya tidak menutupi rasa asli tehnya.
Menu kedua adalah Green Tea. Warna hijaunya yang cerah dan aromanya yang khas selalu punya penggemar setia sendiri. Biasanya pembeli yang kurang suka rasa pekat teh hitam akan lari ke menu ini.
Kamu juga bisa menambahkan menu rasa lain seperti Taro, Milo, atau kopi susu ala Thailand. Tambahan menu ini fungsinya buat menangkap pelanggan yang mungkin saat itu sedang tidak ingin minum teh tapi menemani temannya jajan di tempatmu. Jangan lupa sediakan pilihan topping seperti boba, cincau, atau keju supaya pembeli bisa meracik minuman sesuai selera mereka.
Estimasi Modal Awal

Mari kita hitung-hitungan kasar soal modal. Angka ini tentu bisa berbeda tergantung lokasi dan kualitas barang yang kamu pilih, tapi setidaknya bisa jadi gambaran awal buat kamu bersiap.
Untuk peralatan seperti booth portable, termos es, gelas takar, panci seduh, dan saringan teh, kamu butuh sekitar dua sampai tiga juta rupiah. Kalau kamu memilih bahan booth yang lebih bagus, harganya tentu bisa naik sedikit.
Bahan baku awal seperti daun teh Thailand asli, susu kental manis, susu evaporasi, gula, gelas plastik, sedotan, dan kantong plastik biasanya butuh sekitar satu juta rupiah. Ini sudah cukup untuk memproduksi ratusan gelas pertama kamu.
Sediakan juga dana operasional sekitar lima ratus ribu rupiah untuk keperluan tidak terduga, beli es batu, atau kuota internet buat aplikasi kasir. Jadi, dengan modal sekitar tiga setengah sampai lima juta rupiah saja, kedai kamu sudah siap untuk beroperasi melayani pelanggan.
Strategi Biar Cepat Balik Modal

Punya kedai bagus dan rasa enak saja belum cukup kalau tidak ada strategi jualan yang benar. Hal paling krusial adalah lokasi. Cari tempat yang banyak orang berlalu lalang tapi juga punya tempat untuk setidaknya motor bisa berhenti sebentar. Dekat minimarket, area kampus, atau sekolah selalu jadi pilihan favorit yang aman.
Manfaatkan juga aplikasi pesan antar makanan. Banyak orang sekarang lebih suka pesan minum dari rumah atau kantor tanpa harus keluar ruangan. Berikan promo menarik di awal seperti beli dua gratis satu atau potongan harga khusus buat pengguna aplikasi. Jangan ragu memberikan promo di awal buka karena ini adalah cara tercepat buat mengenalkan rasa minuman kamu ke lidah banyak orang.
Aktif di media sosial juga sangat membantu. Foto minuman kamu dengan cahaya yang bagus dan posting di media sosial seperti Instagram atau TikTok. Minta bantuan teman atau keluarga buat bantu bagikan postingan kamu supaya jangkauannya makin luas dan banyak orang yang penasaran.
Saatnya Mulai Bisnis Minuman Kamu Sendiri
Memulai bisnis memang selalu bikin deg-degan. Tapi dengan perencanaan yang matang, risiko itu bisa ditekan sekecil mungkin. Bisnis minuman seperti ini membuktikan bahwa sesuatu yang sederhana, kalau dikerjakan dengan serius dan konsisten, bisa bawa hasil yang lumayan banget.
Kuncinya ada di konsistensi rasa dan pelayanan yang ramah. Kalau pembeli sudah cocok dengan rasanya dan merasa dihargai saat beli, mereka pasti bakal balik lagi. Sekarang tinggal kumpulkan tekad, susun anggaran, dan mulai cari lokasi yang pas buat kedai pertamamu.







